Dorong Peningkatan Pariwisata Melalui Stimulasi Pertumbuhan Pelayanan Publik

  • Bagikan

KENDARI, BKK – Aktivitas penerbangan maskapai Lion Group atau pesawat Wings Air dengan rute Kendari Wakatobi sudah ditutup sejak 7 Juli 2022 lalu. Tentunya, penutupan transportasi udara tersebut bakal berpengaruh pada minimnya wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi sebagai 10 destinasi wisata nasional.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) perwakilan Sultra Ir Hugua mengungkapkan bahwa sebagai upaya yang dilakukan saat ini untuk mengembalikan wisatawan ke Wakatobi yakni dengan mengadakan skema subsidi penumpang pesawat yang mau ke Wakatobi.

“Jadi, APBD daerah secara menyeluruh digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan pelayanan publik salah satunya menunjang pertumbuhan ekonomi, sehingga jika APBD dialihkan untuk subsidi itu menjadi sangat penting,” ungkap Hugua, Sabtu (3/9).

Dijelaskan, saat ini harga bahan bakar umum (BBM) semakin tinggi akibat adanya pandemic Covid-19 dan perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan pasokan minyak dunia mengalami gejolak.

“Jika harga minya naik, maka harga avtur juga naik sehingga memicu tingginya harga tiket. Jadi, subsidi yang diberikan pemerintah daerah dapat menurunkan harga tiket,” ucapnya.

Selain itu, kata Hugua, maskapai penerbangan juga bisa mengurangi volume penerbangan yang sebelumnya sebanyak 7 kali seminggu bisa dilakukan menjadi 2 kali seminggu. Dengan dibukanya penerbangan Wakatobi dapat mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah Wakatobi terus mengalami peningkatan.

Pihaknya terus berkomitmen dalam mendorong bangkitnya pariwisata di daerah dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi terhadap pemerintah daerah yang ada di Sultra.

“Jadi, sudah diusulkan hal tersebut tinggal di ok kan aja,” ujarnya.

Hugua menyebutkan, penutupan aktivitas penerbangan ke Wakatobi tidak serta merta mematikan pariwisata lokal. Namun, dengan membuka kembali rute penerbangan tersebut maka dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Wakatobi.

“Pariwisata memang berdampak dengan adanya penutupan maskapai penerbangan di Wakatobi,” tandasnya. (cr4)

  • Bagikan