KENDARI, BKK- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat kenaikan jumlah kasus penyakit kusta, yakni sebanyak 25 kasus atau mengalami peningkatan dari 21 kasus pada tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kendari, Ellfi, mengatakan meskipun jumlah kasus meningkat, semua penderita berhasil ditangani dengan baik.
Namun, tentunya penanganan pada penyakit ini dapat menular dengan cepat jika tidak ditangani sejak dini.
“Jadi, dari 25 kasus yang ditemukan, tidak ada satu pun yang berujung pada kecacatan. Semua tertangani dengan pengobatan yang sesuai,”terang Ellfi, Rabu (26/2).
Ellfi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap gejala awal kusta, seperti munculnya bercak merah atau putih pada kulit yang mati rasa.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan dini di fasilitas kesehatan untuk memastikan pengobatan dapat dimulai segera.
“Jika terdiagnosis kusta, pengobatan berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung tingkat keparahan. Penyakit ini menular cukup cepat melalui percikan ludah atau dahak saat penderita batuk atau bersin,” imbuhnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kendari gencar melakukan skrining kesehatan di sekolah dasar.
Hal ini karena anak-anak dianggap lebih rentan akibat perilaku kebersihan yang kurang terjaga dibandingkan orang dewasa.
“Anak-anak seringkali mengabaikan gejala awal penyakit, ditambah kurangnya pengawasan dari orang tua. Kegiatan skrining ini akan kami masifkan agar deteksi dini dapat dilakukan,” pungkasnya. (m2/c/r2)