KENDARI, BKK– Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali mencetak prestasi gemilang dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dengan komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan praktik bisnis ramah lingkungan, perusahaan ini berhasil meraih dua PROPER Emas dan tiga PROPER Hijau.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq kepada lima perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dalam Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (24/2).
Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengatakan raihan PROPER Emas ini sejalan dengan visi Pertamina sebagai pemimpin transisi energi yang berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060.
“Melalui berbagai inovasi sosial dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), kami terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkapnya, Kamis (27/2).
Dijelaskan, dalam ajang PROPER 2024 ini, dua unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berhasil meraih PROPER Emas atas inovasi dan kontribusi nyata mereka dalam pengelolaan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
Integrated Terminal (IT) Makassar menerima penghargaan PROPER Emas berkat Program Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri (PUANMAKARI), sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan membantu penanganan permasalahan sosial dimasyarakat.
Sementara itu, Fuel Terminal (FT) Parepare juga meraih PROPER Emas melalui Program Masyarakat Peduli Air dan Lingkungan (Mapalili 4.0) yang memanfaatkan irigasi tetes menjadi sumber pengarian pertanian masyarakat.
Selain itu, tiga unit lainnya berhasil meraih PROPER Hijau atas komitmen mereka dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dan efisiensi energi. Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Fuel Terminal (FT) Poso, dan Integrated Terminal (IT) Bitung dinilai telah menjalankan berbagai inisiatif yang berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Mulai dari upaya pengurangan emisi, efisiensi penggunaan energi, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan dalam operasionalnya serta pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.
“Keberlanjutan bukan hanya sekadar memberikan donasi atau bantuan yang sifatnya sementara, tetapi lebih kepada bagaimana kami mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak jangka panjang. Dengan pendekatan inovasi sosial berbasis pemetaan sosial yang matang, kami berharap dapat membantu menyelesaikan permasalahan sosial serta menciptakan masyarakat yang lebih mandiri,” pungkasnya. (r5/c/r2)