Hilal Tidak Terlihat Tertutup Awan, Awal Ramadan 1446 Hijriah Dimulai 1 Maret

  • Bagikan
Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Rauf saat berada di pantai Bahari Kolaka memantau hilal.

KENDARI, BKK – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama BMKG, IAIN Kendari, dan organisasi keagamaan mengadakan Rukyatul Hilal penentuan datangnya bulan Ramadan 1446 Hijriah di Pantai Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sabtu (1/3).

Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Rauf di Kolaka mengatakan, bahwa hilal awal Ramadan tidak terpantau di Pantai Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.

“Untuk hasil pemantauan tim rukyat hingga proses selesai, hilal tidak dapat terlihat karena tertutup awan. Namun berdasarkan data ketinggian hilal berada pada 3,66 derajat di atas ufuk hakiki,” ujar Abdul Rauf, Jumat (28/2).

Dengan demikian, kata dia, awal puasa Ramadan 1446 H/2025 kemungkinan mulai Sabtu, 1 Maret 2025. Namun, tegas dia, keputusan penetapan awal puasa Ramadan menunggu sidang isbat di Kemenag Pusat, Jumat malam kemarin.

Abdul Rauf mengatakan, pemantauan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan di Sultra di pusatkan di Pantai Anaiwoi, Kabupaten Kolaka.

Dia menjelaskan, Hisab Imkan/Kriteria Baru Mabims Imkanul Rukyat, yang dipedomani pemerintah saat ini digunakan/diimplementasikan berdasarkan Muzyakarah Mabims Tahun 2022 sudah terjadi ijtima, tinggi hilal 3,66 derajat atau umur bulan 9 jam 27 menit ke atas dan jarak lengkung Matahari-Bulan (sudut elongasi) 5,27 derajat.

“Dengan demikian berdasarkan data hisab dan hasil hisab astronomis tersebut di atas dan Implementasi Imkanul Rukyat dengan kriteria baru Mabims yang dipedomani, serta Visibilitas Hilal Berpotensi tidak teramati, maka awal 1 Ramadan 1446 Hijriah diperkirakan akan jatuh pada hari Sabtu 1 Maret 2025 Masehi,” katanya.

Namun demikian, kata dia, tetap melakukan observasi secara maksimal, untuk memastikan visibilitas hilal teramati.

Lebih lanjut, dia mengatakan, hasil hisab tersebut dijadikan sebagai referensi dan alat bantu informasi dalam melakukan Rukyatul Hilal awal Bulan Ramadan 1446 Hijriah. Pembuktian pada saat observasi atau pengamatan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, hasil rukyat akan dilaporkan sore kemarin juga kepada Menteri Agama, kepastian penetapan awal bulan Ramadan 1446 Hijriah akan diputuskan melalui musyawarah bersama pada sidang isbat dan ditetapkan oleh Menteri Agama RI ba’da magrib WIB.

“Setelah melakukan pemantauan, hasil rukyat tersebut akan dikirim ke Kementerian Agama RI, sebagai bahan laporan dalam sidang Isbat awal Ramadan1446 Hijriah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Saleh mengatakan, berdasarkan hitungan secara astronomi tidak ada perbedaan terkait penentuan awal Ramadan.

“Tetapi yang kita lakukan validasi secara syariat dan memungkinkan terjadi perbedaan, karena metode pendekatannya,” kata Muhammad Saleh.

Ia meminta warga untuk laksanakan Ramadan dengan teduh, dan yang tidak laksanakan maka hargai yang melaksanakan puasa.

Ia juga mengajak umat islam untuk tidak memperlebar dan memperbesar perbedaan diantara semua, karena dua metode hizab dan rukhiyat benar adanya.

“Karena itu kedepankan toleransi dalam memaknai perbedaan. Karena perbedaan itu adalah rahmat,” katanya. (m2/c/nir)

  • Bagikan