KENDARI, BKK- Wali Kota Kendari Siska Karina Imran meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga di area tempat pembuangan akhir (TPA) Puuwatu, kota Kendari, Senin (3/3).
Dalam kunjungan tersebut, Siska Karina Imran memeriksa kondisi para korban yang kini tinggal di tenda sementara yang disediakan oleh pemerintah kota.
Wali Kota Kendari juga memeriksa tenda-tenda sementara yang menjadi tempat tinggal para korban kebakaran.
Ia memastikan bahwa tenda tersebut memenuhi standar keamanan dan kenyamanan sementara, meskipun Wali Kota mengakui bahwa tempat tersebut bukan solusi permanen.
Siska Karina Imran mengungkapkan bahwa pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan segera membangun 18 unit rumah untuk korban kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu.
“Kita bakal upayakan akan segera membangun 18 unit rumah untuk para korban kebakaran ini,” ujar Siska.
Ia melanjutkan, rumah-rumah tersebut akan diperuntukkan bagi para pengangkut sampah yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, yang menjadi salah satu pihak terdampak kebakaran tersebut.
“Nantinya kita akan prioritaskan rumah itu untuk para pengangkut sampah yang bekerja di DLHK kota Kendari,” bebernya.
Namun, Siska menegaskan bahwa meskipun hanya 18 unit rumah yang akan dibangun diperuntukkan bagi pengangkut sampah DLHK, Pemkot Kendari tetap akan mencari solusi bagi warga lainnya yang rumahnya juga rusak akibat kebakaran.
“Pemerintah kota akan membangunkan rumah pada para korban kebakaran di lingkup TPA ini dan rumah ini diutamakan untuk petugas kebersihan DLHK, kita utamakan itu dulu, sambil kita lihat nanti perkembangannya, untuk rumahnya semi permanen,” pungkasnya. (m2/c/r2)