RAHA, BKK – Waspada, sebanyak 30 orang di Kabupaten Muna dinyatakan terdeteksi terpapar HIV di 2024. Saat ini semua yang terena HIV dalam pengobatan di RS dan puskesmas masing-masing.
“Data untuk tahun 2024 itu lebih 30 orang di Kabupaten Muna terdeteksi penderita HIV. Mereka ini sudah mendapatkan perawatan seperti terapi dan minum obat,” terang dr Pengeran Abdul Azis Salam, Kabid P2P Dinkes Kabupaten Muba koran ini, Senin (3/3).
Dikatakan, kebanyakan dari penderita HIV di Kabupaten Muna adalah mereka yang berkerja di luar daerah. Seperti, sebut dia, Papua, Kalimantan atau luar negeri.
Katanya, penyakit HIV ini tidak punya gejala spesifik seperti AIDS.
“Tidak ada gejala yang spesifik ya, tapi syukur mereka mau diperiksa dan bisa dideteksi hingga lebih 30 orang ini positif HIV di Kabupaten Muna. HIV ini bisa menular jika ada luka serta berhubungan intim gonti-ganti pasangan,” jelas Kabit P2P, Dinkes Kabupaten Muna ini.
Dia pun mengimbau agar masyarakat hati-hati jika menggunakan pisau cukur. Karena bisa menular jika menggunakan pisau silet atau pisau cukur orang terkena HIV.
“Kalau pakai pisau cukur hati-hati, jangan sampai terluka. Bisa menular jika pisau cukur atau silet yang kita pakai dari orang yang HIV. Kemudian jangan bergaul atau berhubungan intim gonta-ganti,” terang pria yang akrab disapa dr Ais ini.
Dengan jumlah penderita HIV lebih 30 orang ini, kata dr Pengeran Abdul Azis Salam peringkat Muna masih rendah dari 17 daerah lain di Sulawesi Tenggara (Sultra). (tri/nir)