Januari 2025, Nilai Impor Sultra Alami Penurunan 32,14%

  • Bagikan

KENDARI, BKK – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan nilai impor Sultra pada Januari 2025 sebesar US$87,69 juta atau mengalami penurunan sebesar 32,14% dibanding impor Desember 2024 yang tercatat US$129,22 juta.

Sejalan dengan itu, volume impor pada Januari 2025 tercatat sebesar 252,88 ribu ton atau turun 29,83%[dibanding volume impor Desember 2024 yang tercatat sebesar 360,38 ribu ton.

Plt, Kepala BPS Sultra Surianti Toar mengatakanselama periode Januari 2023 – Januari 2025, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada Maret 2023 dengan nilai mencapai US$255,36 juta dan terendah tercatat di Januari 2025 yaitu US$87,69 juta.

Sementara, volume impor tertinggi tercatat pada Januari 2023 yang mencapai 653,22 ribu ton dan terendah di September 2023 dengan volume 159,60 ribu ton.

“Peranan Impor Sultra Januari 2025 menurut golongan barang HS 2 digit didominasi oleh kelompok Komoditas bahan bakar mineral senilai US$72,67 juta atau 82,87% dan di urutan
kedua adalah kelompok Komoditas mesin-mesin / pesawat mekanik senilai US$5,00 juta atau 5,71%,” ungkapnya, Jumat (21/3).

Dijelaskan, dilihat dari peranannya, total lima golongan barang memberikan kontribusi sebesar 96,04% terhadap total impor Sultra Januari 2025.

Dan jika dilihat dari perkembangannya, impor golongan barang HS 2 Digit Sultra Januari 2025
dibandingkan Desember 2024 terjadi penurunan pada komoditas barang yang memberi peran terbesar yaitu pada Komoditas bahan bakar mineral senilai US$32,13 juta atau urun 30,66%.

Di sisi lain, terjadi kenaikan pada kelompok besi dan baja senilai US$2,00 juta atau naik sangat signifikan sebesar 2.556,80%.

“Total Impor Sultra Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 32,14% atau turun senilai US$41,53 juta dibanding bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan penurunan nilai impor dari negara Tiongkok senilai US$4,87 juta atau turun 14,45%,” ujarnya.

Di sisi lain, terjadi kenaikan nilai impor pada negara Malaysia sebesar 520,58% atau naik senilai US$32,38 juta.

“Dilihat dari peranannya, total dari tiga negara utama selama Januari 2025 adalah 88,79%. Menurut golongan penggunaan barang, selama Januari 2025 golongan bahan baku/penolong
memberikan peranan terbesar yaitu 94,61% dengan nilai US$82,79 juta,” jelasnya.

Sementara itu, golongan barang konsumsi memberikan peran terkecil yaitu 0,10% atau senilai US$0,09 juta.

Dibandingkan bulan sebelumnya, total nilai impor golongan penggunaan barang selama Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 32,14%.

“Penurunan ini terjadi pada golongan bahan baku/ penolong senilai US$34,58 juta atau turun 29,42%, barang modal senilai US$6,93 juta
turun 59,89%, dan barang konsumsi senilai US$0,02 juta turun 16,34%,” tutupnya. (r5/c/r2)

  • Bagikan