Ditlantas Polda Sultra Gelar Operasi Patuh Anoa 2025, 46 Pelanggaran Terjaring di Hari ke-12

  • Bagikan
Salah satu Kendaraan yang terjaring razia oleh Ditlantas Polda Sultra dalam Operasi Patuh Anoa 2025 hari ke-12.

KENDARI, BKK – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melaksanakan razia kendaraan bermotor, dalam rangka Operasi Patuh Anoa 2025, pada Jumat (25/7).

Razia dilakukan terhadap kendaraan roda dua maupun empat di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Laode Hadi Bypass, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

Pelaksanaan Operasi Patu Anoa 2025 di pimpin langsung Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono, bersama Wadirlantas Polda Sultra, AKBP Arif Irawan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Dr. Argowiyono mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan hari ke-12 pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2025. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas serta mendorong kedisiplinan di jalan raya.

“Operasi ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Dia menyebut dalam razia kali ini, petugas menemukan banyak pelanggaran berupa penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai standar.

Dijelaskannya, terhadap pelanggar petugas memberikan teguran maupun penindakan tilang.

“Bagi pengendara yang menggunakan pelat tidak sesuai standar, kami berikan himbauan untuk segera menggantinya dengan pelat resmi yang dikeluarkan pihak kepolisian. Namun, bagi yang melanggar aturan lalu lintas lainnya, kami lakukan penilangan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Dari hasil razia, tercatat sebanyak 46 pelanggaran, terdiri dari 16 penilangan dan 30 teguran.

Selain penindakan, dalam upaya edukasi dan peningkatan keselamatan berkendara, Ditlantas Polda Sultra juga membagikan helm kepada pengendara yang belum memenuhi standar keselamatan.

Diketahui, Operasi Patuh Anoa 2025 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, dan diharapkan mampu menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah Sulawesi Tenggara. (m3/c/nir)

  • Bagikan