Balita Korban Susu Kadaluarsa di Marina Mart Mandonga Kembali Dilarikan ke RS

  • Bagikan
Mariana saat menggendong sang buah hati Fathan, yang sedang dalam kondisi lemas akibat diare dan demam yang di alami. (FOTO : ERVIANA HASAN/BKK)

KENDARI, BKK – Seorang balita korban susu kadarluarsa di Swalayan Marina Mart Mandonga kembali dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.

Adalah Al Fathan Sharizky balita berumur tujuh bulan ini terpaksa harus mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi susu kadarluarsa pada Juli lalu.

Menurut pengakuan sang ibu, Mariani (39) pasca kejadian 3 bulan yang lalu, kesehatan bayinya yang saat itu berusia 7 bulan dan kini sudah berusia 9 bulan mulai tidak stabil.

“Demamnya tinggi, jadi pas hari Kamis itu tanggal 7 kemarin. Malamnya kami bawa dia ke rumah sakit,” kata Mariani Sabtu (11/9).

“Sempat juga saya tanyakan sama dokter kalau masih ada atau tidak pengaruh dari susu yang dia minum kemarin. Tapi dokter tidak kasi penjelasan karena kronologi awalnya katanya yang periksa Fathan itu bukan dia,” ujarnya

Dirinya mengaku, sebelumnya, sang buah hati juga sudah pernah mengalami hal serupa. Sehingga, Ia bersama sang suami berinisiatif untuk memeriksakan kondisi Fathan secara keseluruhan di Rumah Sakit (RS) Hermina Kota Kendari pada 5 Juli lalu.

“Bulan Juli kemarin sudah sempat juga kita bawa di Hermina karena gejalanya sama. Tetapi waktu itu memang tidak di rawat intens karena dibolehkan pulang. Tapi gejala awal saat dia habis minum susu dengan sekarang itu sama, cuman tidak ada timbul bintik. Kalau diare betul, sama seperti kejadian awal,” tuturnya.

Dugaan masih adanya efek samping dari susu yang dikonsumsi sang buah hati muncul akibat kondisi Fathan yang berulang kali dilarikan ke RS. untuk itu ia pun berinisiatif untuk kembali merujuk sang anak ke Rumah Sakut Abunawas. Namun, saat ini diketahui bayi Fathan terkendala dalam proses pembiayaan yang akhirnya membuat orang tuanya mengadu ke Komisi II DPRD Kota Kendari untuk membantu mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Sakit itu hampir sama dengan yang kemarin. Dan setelah itu, 6 Agustus kemarim kembali lagi dia muntah sama diare. Cuman dari situ dua hari sudah baik lagi kondisinya. Baru di tanggal 7 kemarin parah lagi, diarenya dalam satu hari itu bisa sampe 8 kali,” terangnya (P1)

Terlepas dari nasib malang yang dialami Fathan, sang ibu mengaku usai mendapatkan perawatan yang intens. Saat ini kondisi Fathan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sembari terus dilakukan perawatan dan pemantauan kondisi terkini kesehatan sang bayi.

“Cuman panas itu naik turun, diarenya itu sudah berkurang. Tadinya BAB nya 8 kali terus berkurang, jadi 4 kali,” tukasnya. (p1/nan)

  • Bagikan