Kenaikkan Tarif Feri Kendari-Langara Picu Inflasi di Konkep

  • Bagikan
Suasana Pelabuhan Feri Langara. (FOTO: HUSAIN/BERITA KOTA KENDARI)

LANGARA, BKK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) berharap, kenaikan tarif tiket Feri penyeberangan Kendari-Langara kembali ditinjau ulang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).


Pasalnya, kenaikan tarif tersebut dinilai bisa menjadi salah satu pemicu laju inflasi kabupaten khususnya di Konkep.


Bupati Konkep Ir H Amrullah MT mengatakan, kenaikan tarif tiket Kapal Feri tersebut dikhawatirkan menjadi salah satu pemicu laju inflasi di Konkep, karena jasa penyeberangan Feri Kendari-Langara adalah satu-satunya moda transportasi utama penghubung luar daerah Pulau Wawonii.


“Ini yang akan dikonsultasikan juga ke Pemerintah Provinsi (Sultra) Sultra, untuk ditinjau terkait kenaikan tarif ini. Karena kalau tarif naik otomatis harga barang juga akan naik, sementara upaya kita bagaimana menekan laju inflasi dan menekan angka kemiskinan,” jelasnya.


Lebih lanjut, Bupati Amrullah mengatakan, untuk menekan laju inflasi lingkup Kabupaten Konkep, pihaknya melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menggelontorkan anggaran untuk memberikan bantuan dalam bentuk subsidi kepada pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat di Pulau Wawonii.


“Upaya kita (Pemkab Konkep) menggelontorkan anggaran untuk memberikan bantuan subsidi kepada pelaku-pelaku usaha, salah satunya bidang jasa transportasi, hal ini upaya kita menekan laju inflasi, terus kemudian menekan angka kemiskinan kita, sementara di satu sisi, jasa trasportasi jalur utama (Penyeberangan Feri Kendari-Langara) kita justru naik,” paparnya.


Jadi, kata dia, ini yang menjadi kekhawatiran pemicu laju inflasi kabupaten, sehingga perlu perhatian pemprov untuk ditinjau ulang. (ain/nir)

  • Bagikan