Bulog Siapkan Pasar Murah

  • Bagikan
Sitti Mardati Saing. (FOTO: WATY/BKK). Stok Minyak Goreng Subsidi di Pasar Berkurang

KENDARI, BKK – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Urusan Logistik (Bulog) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) Sitti Mardati Saing mengungkapkan, stok minyak goreng subsidi di pasaran sudah berkurang. Hal itu diketahui berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilaksanakannya belum lama ini.


“Kalau di pasar tradisional Kota Kendari, kami melihat stok minyak goreng sudah berkurang, bahkan di Pasar Sentral sudah tidak ada,” ungkapnya, Rabu (8/2).


Dia menjelaskan, Bulog tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan minyak goreng subsidi kali ini. Namun, pihaknya berupaya menyiapkan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


“Jadi, kami menyiapkan sebanyak 250 ribu liter untuk masyarakat, dengan mekanisme penyalurannya melalui kegiatan pasar murah yang bekerja sama dengan pemda setempat,” ucapnya.


Dikatakan, Bulog memprioritaskan stok yang ada untuk pasar murah dan melakukan penjualan langsung ke konsumen serta tidak mensuplai pasar untuk distribusi minyak goreng.


“Dalam waktu dekat juga stok minyak goreng akan didatangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga momentum hari Ramadhan dan Idulfitri,” ucapnya.


Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pasar Baruga Kendari, minyak goreng yang disubsidi pemerintah merek minyak kita kini mulai langkah. Kalau pun ada, pedagang menjualnya dengan harga tinggi.


“Harga minyak kita sebelum langka dijual sebesar Rp14 ribu per liter, dan sekarang minyak kita kini menjadi Rp18 ribu per liter,” cetus Risma salah satu pedagang sembako di Pasar Baruga.


Nurlina yang merupakan salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja di Baruga mengaku kesulitan mendapatkan minyak subsidi. Karena tidak mendapatkan minyak curah, dirinya terpaksa membeli minyak kualitas premium yang harganya lebih mahal lagi.


“Terpaksa saya beli minyak sedap (premium) dengan harga Rp22 ribu per liter,” tutupnya. (r5/ada)

  • Bagikan