Tekan Kenaikan Harga, Pemkab Muna Akan Gelar Pasar Murah dan Berikan Subsidi hingga 20%

  • Bagikan
Pemkab Muna saat melakukan sidak disejumlah distributor sembako, Pasar Laino, dan Gudang Bulog.

RAHA, BKK – Untuk menekan kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan suci ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna akan menggelar pasar murah dan berikan subsidi hingga 20%.


Saat ini, sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Muna sudah mengalami kenaikkan harga yang signifikan. Seperti bawang merah yang semula dijual dengan harga Rp35 ribu per kilogram (kg), kini menjadi Rp40 ribu per kilogram.


Sedangkan, minyak goreng Bimoli naik dari semula Rp40 ribu untuk kemasan 2 liter naik menjadi Rp45 ribu. Selain itu, bawang putih naik menjadi Rp40 ribu per kilogram, telur ayam yang semula Rp46 ribu per rak, naik menjadi Rp55 ribu-Rp60 ribu per rak.


Salah seorang pedagang di Pasar Laino Raha La Iman membeberkan, bahwa kenaikan harga sembako ini sudah berlangsung sejak pekan lalu, dan dipastikan akan terus merangkak naik hingga menjelang lebaran nanti.


“Dari Minggu lalu harga sembako naik. Biasanya harga akan naik terus hingga lebaran,” kata La Iman kepada wartawan koran ini, Jumat (17/3).


Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Muna, La Ode Saiyruddin saat dikonfirmasi hal ini membenarkan jika terjadinya kenaikan harga sembako di pasaran.


“Untuk itu, Pemkab Muna akan menggelar pasar murah untuk menekan tingginya kenaikan harga sembako di pasaran,” paparnya.


Dikatakan, untuk menggelar pasar murah tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa BUMN dan distributor.


“Rencananya pasar murah ini akan dilaksanakan di 6 kecamatan di Kabupaten Muna. Kami akan berikan subsidi harga hingga 20%. Dintaranya beras, minyak goreng, terigu dan gula,” tuntasnya. (tri/nir)

  • Bagikan