12 Mahasiswa Program S2 Hukum Unsultra Jalankan Program Internasional Learning Experience

  • Bagikan
Foto bersama seusai penyambutan oleh Rektor Unsultra kepada mahasiswa Program S2 Hukum Unsultra yang menjalankan Internasional Learning Experience.

KENDARI, BKK – Sebanyak 12 Mahasiswa Pascasarjana Program Magister Hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) sukses menjalankan program internasional learning experience (Pengalaman Belajar Internasional) di Malaysia dan Kota Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Kepulangan mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun. Dilanjutkan, Direktur Pascasarjana Program Magister Hukum Unsultra, Dr LM Bariun melaporkan berbagai pengalaman belajar internasional dan nasional serta penandatanganan MoU yang telah ditempuh kepada pimpinan Perguruan Tinggi (PT).


Saat ditemui awak media, Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun mengapresiasi dan berterimakasih kepada mahasiswa Pascasarjana Program Magister Hukum yang telah kembali menyelenggarakan program Internasional Learning Experience di 2 tempat berbeda, yakni Malaysia dan Yogyakarta.


Ia menuturkan, program Internasional Learning Experience merupakan bagian dari program penyelesaian studi untuk program magister. Dimana program ini memfasilitasi mahasiswa agar terbuka wawasan, pikiran, menemukan ide dan gagasan, serta mendapatkan pencerahan dari berbagai pakar di PT ternama salah satunya Universitas Teknologi Mara.


“Saat Internasional Learning Experience juga, mereka bisa menemukan berbagai literatur- literatur baru. Dan paling penting lagi, bisa menjalin komunikasi yang baik untuk pertukaran informasi terkait literatur yang diteliti untuk menjadikan tesis mahasiswa serta menjadi mitra publikasi bersama,” ujarnya, Senin (20/3).


Selain itu, guru besar Universitas Halu Oleo (UHO) ini mengapresiasi Direktur Pascasarjana Unsultra bahwa telah terjadi kesepakatan dosen kampus merah maron itu bakal dilibatkan jadi tenaga pengajar di PT Malaysia. Sebaliknya, dosen di Universitas Teknologi Mara bersedia menjadi tim pengajar di Unsultra.


Ia mengungkapkan, di 2021 lalu Unsultra telah menyelenggarakan kelas internasional. Jadi ada 8 dosen Unsultra yang mengajar di Malaysia, dan 4 dosen asal Malaysia mengajar di 2 Program Studi (Prodi) S1 yakni Ilmu Manajemen dan Teknik Sipil dan kedepan Pascasarjana Unsultra.


“Masuknya dosen luar negeri mengajar di Unsultra dan dosen Unsultra mengajar di luar, saya kira Unsultra sejak Lama bertekad dan sukses menyiapkan Sapras perkuliahan tatap muka dan online yang representatif. Terbukti 2 sampai 3 kali Unsultra mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara sistem Dalam Jaringan (Daring) terbaik di Sultra,” ucapnya.


Ia berharap, Direktur Pascasarjana Unsultra segera menindaklanjuti dan mengimplementasikan MoU yang sudah dilakukan dalam berbagai kegiatan. Misalnya Seminar Internasional, penelitian, pengabdian dan pembelajaran, dosen tamu, dan menjadi tim pengajar dalam Mata Kuliah (Makul).


“Saya berharap, mahasiswa Magister S2 Hukum Unsultra yang sudah melakukan program Internasional Learning Experience senantiasa bersemangat menyelesaikan studinya tepat waktu dengan kualitas yang baik pula,” pungkasnya.


Diketahui, Unsultra telah menggelar Internasional Learning Experience ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya, kampus yang dipimpin Prof Andi Bahrun menyelenggarakannya pada 2020 lalu. (din/nan)

  • Bagikan

Exit mobile version