ASN Pemkot Kendari Dimbau Hindari Perilaku Hedonisme

  • Bagikan
Sejumlah pejabat mulai dari kepala bidang, lurah, kepala sekolah, dan kepala puskesmas saat dilantik oleh Pj Wali Kota Kendari, Jumat (24/3) (FOTO: KITA/BKK)

KENDARI, BKK – Perilaku hedonisme yang kerap ditunjukkan sejumlah pejabat dan keluarganya kini terus disorot. Hal itu pun mengundang perhatian Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, hingga mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahannya agar menghindari gaya hidup bermewah-mewahan tersebut.


“Saya minta agar ASN bisa bersikap sederhana dan menghindari perilaku hedonisme karena masih banyak warga Kota Kendari yang berada di bawah garis kemiskinan,” kata Asmawa di sela-sela pelantikan 180 pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Jumat (24/3).


Ditegaskan pula, yang perlu diperlihatkan oleh ASN adalah kinerja. Sebagai abdi negara, harus mampu bersinergi dalam bekerja dan memberikan pelayanan yang berkeadilan tanpa diskriminatif kepada masyarakat.


“Setelah ini saya tidak ingin mendengar lagi adanya keluhan atau laporan dari masyarakat, ada masyarakat yang mau ke puskesmas berobat jam 09.00 pagi belum bisa dilayani, alasannya kepala puskesmasnya belum ada,” tegasnya.


Diungkapkan, saat ini Pemkot Kendari tengah membangun kerangka penyelenggaraan manajemen talenta, yang menjadikan kualifikasi kompetensi dan kinerja sebagai parameter utama dalam menempatkan ASN.


“Manajemen talenta juga menuntut loyalitas dan integritas. Saya ingin menyampaikan kepada saudara-saudara loyallah kepada peraturan perundang-undangan. Jawab dengan kinerja, atas adanya sekelompok yang mengatakan, bahwa jabatan ditentukan oleh kedekatan,” ujarnya.


Sementara itu, proses pelantikan 180 pejabat Pemkot Kendari, menurut Asmawa, sebagai salah satu langkah penyegaran demi terlaksananya proses pemerintahan yang lebih baik lagi.


Sejumlah pejabat yang dilantik terdiri dari lurah, kepala sekolah, kepala puskesmas, dan kepala bidang.
Adapun pejabat yang dilantik sebagai lurah di antaranya Asman sebagai Lurah Dapudapura, Ahmad Setiawan Balakasebagai Lurah Tipulu, Bastian Tayeb sebagai Lurah Wuawua, Erik Rafsanjani sebagai Lurah Bende, dan Waode Pratiwi sebagai Lurah Bonggoeya. (r1/ada)

  • Bagikan