Kacang Mete Jadi Ekspor Unggulan di Sektor Pertanian

  • Bagikan

KENDARI, BKK – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa kacang Mete menjadi satu-satunya komoditi unggulan di sektor pertanian pada ekspor di 2022.


Kepala Disperindag Sultra, Sitti Saleha mengungkapkan, bahwa kacang mete menjadi komoditi unggulan di sektor pertanian Sultra tahun 2022 dengan volume ekspornya sebesar 18 ton yang memiliki nilai jual 22 ribu dolar Amerika.


“Jadi, kacang mete menjadi sektor unggulan ekspor karena pelaku usaha kebanyakan mendistribusikan komoditi lainnya antar pulau misalnya ke Makassar dan Surabaya,” ungkapnya, Senin (20/2).


Pihaknya mengimbau serta memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar pengiriman komoditi dilakukan dari Sultra berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) menuju negera tujuan. Semua sektor di Sultra memiliki potensi yang besar, tinggal dikelola dan dimanfaatkan.


“Jadi, ada 12 komoditi ekspor Sultra selama 2022 dengan penyumbang terbesar oleh sektor pertambangan dengan pencapaian 99% lebih. Sisanya diisi oleh sektor pertanian dan perikanan,” ucapnya.


Disebutkan, adapun rincian 12 komoditi unggulan selain kacang mete tersebut yaitu di sektor pertambangan diisi oleh ferro nickel dengan volume 1,3 juta ton dan nilai ekspor sebesar 2,9 miliar dolar Amerika, stainless steel dengan volume 1,1 juta ton dan nilai ekspornya sebesar 2,4 miliar dolar Amerika dan Aspal dengan volume ekspor 109 ribu ton dan nilainya 3,3 juta dolar Amerika.


Dia menambahkan, untuk sektor perikanan antara lain kakap merah dengan volume 2 ton dan nilai ekspor 10 ribu dolar Amerika, ikan tenggiri dengan volume 14 ton dan nilai ekspornya 53 ribu dolar Amerika, ikan kerapu dengan volume 1 ton dan nilai ekspornya 4,7 ribu dolar Amerika, udang vennamei volumenya sebesar 438 ton dengan nilai ekspor 3,6 juta dolar Amerika.


“Kemudian gurita beku volumenya sebesar 189 ton dengan nilai ekspor 1,4 juta dolar Amerika, kepiting bakau volumenya 11,8 ton dengan nilai ekspor 33 ribu dolar Amerika, fresh tuna loin volumenya 0,5 ton dengan nilai 3,6 ribu dollar Amerika dan crabmeat/kepiting kaleng volumenya 79 ton yang nilai ekspor 2,8 juta dollar Amerika,” pungkasnya. (r5)

  • Bagikan

Exit mobile version